Sosok I Wayan Rebong (68) memiliki arti penting bagi masyarakat Pecatu. Betapa tidak, lelaki yang dikenal berpenampilan flamboyan ini tercatat sebagai Kelian Desa Adat Pecatu selama 19 tahun. Mangku Rebong, begitu dia kini biasa dipanggil, memimpin Desa Adat Pecatu mulai tahun 1992 dan baru diganti tahun 2011.
Tak pelak Mangku Rebong mengabdikan separuh hidupnya untuk desa. Sebelum menjabat kelian desa, Mangku Rebong merupakan Kelian Banjar Adat Tengah selama 13 tahun, mulai tahun 1975—1988.
Sikapnya yang tulus tampaknya membuat Mangku Rebong cukup lama dipercaya memimpin krama. “Ketika tiang diberi kepercayaan ngayah, ya, tiang laksanakan sampai tuntas sesuai kemampuan tiang,” kata Mangku Rebong.
Selama menjabat kelian desa, Mangku Rebong mencatatkan pencapaian penting. Di masa kepemimpinannya, hampir seluruh pura penting yang menjadi amongan desa berhasil direhabilitasi, seperti Pura Desa, Pura Puseh, Pura Beji, Pura Dalem Penataran, Pura Dalem Pengeleburan dan Pura Dalem Kulat.
“Yang belum sempat direhabilitasi adalah Pura Dalem Selonding yang berada di bagian selatan desa. Saya berharap program ini bisa dilanjutkan prajuru sekarang,” kata Mangku Rebong.
Rehabilitasi berbagai pura itu memanfaatkan dana 20% keuntungan LPD Desa Adat Pecatu. Ada juga bantuan dari APBD Kabupaten Badung dan partisipasi krama. Tapi, modal utamanya berasal dari dana 20% keuntungan LPD Pecatu.
Itu sebabnya, Mangku Rebong mengaku bersyukur atas keberadaan LPD Pecatu. Terlebih lagi kini lembaga keuangan khusus milik desa adat itu mengalami perkembangan pesat. Mangku Rebong mengaku selalu berdoa agar LPD Pecatu semakin berkembang dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Selain rehabilitasi pura, Mangku Rebong juga menyatakan rasa syukur karena selama ngayah sebagai kelian desa, dia bisa memfasilitasi program ngaben massal. Setidaknya tiga kali program ini bisa dilaksanakan, yakni tahun 2006, 2009 dan 2013. Program ini pun, kata Mangku Rebong, bisa berjalan atas dukungan dari LPD Desa Adat Pecatu melalui produk Iuran Dana Ngaben (Ida Ngaben).
Mangku Rebong tak hanya dikenal sebagai serang pemimpin desa yang berhasil, tetapi juga serang guru yang berkarakter. Sejak tahun 1966, Mangku Rebong menjadi guru SD dan baru pensiun tahun 2007 lalu. Dia pernah bertugas di SD 1 Pecatu, SD 2 Pecatu, SD 7 Pecatu dan SD 2 Ungasan. Sepanjang kariernya, Mangku Rebong sempat menjabat Kepala SD 2 Pecatu, Kepala SD 2 Ungasan dan Kepala SD 7 Pecatu.
Kini Mangku Rebong menghabiskan hari-harinya sebagai pensiunan sembari melanjutkan tugas kerohanian sebagai pemangku. Namun, Mangku Rebong tetap membuka diri bagi warga yang hendak bertanya tentang berbagai hal mengenai desa yang dicintainya.
“Tiang kini menjadi pelayan masyarakat. Tiang siap melayani masyarakat jika memang dibutuhkan,” tandas Mangku Rebong.

Informasi SMS-LPD
Informasi LPD-CALL