LPD yang menerbitkan majalah atau kalawarta (newsletter) itu bukan hanya LPD Pecatu, memang. Beberapa LPD besar di Badung Selatan tercatat juga menerbitkan majalah internal. Namun, persoalan yang dihadapi senantiasa sama: sulit menjaga konsistensi penerbitan. Ada LPD yang majalahnya sempat rutin terbit saban empat bulan sekali, akhirnya jadi hanya setahun sekali. Ada juga yang sempat terbit rutin dua kali setahun akhirnya beberapa tahun tidak terbit. Terakhir, majalah LPD itu diterbitkan kembali tetapi tidak rutin lagi seperti dulu.

     Pada konteks konsistensi terbit itulah, majalah Catu ini patut dibanggakan. Pasalnya, sejak pertama kali terbit Juli 2014 lalu, Catu mampu menjaga nafas, terbit dua kali setahun. Majalah yang Anda pegang ini tiada lain adalah terbitan nomor 4 tahun kedua. Edisi ini merupakan terbitan perdana di tahun 2016 dan akan disusul terbitan edisi kedua pertengahan tahun mendatang.

     Sungguh tidak mudah menjaga konsistensi terbit bagi sebuah majalah internal. Masalah yang umum membelit yakni ketersediaan sumber daya manusia maupun dukungan finansial. Itu sebabnya, tidak jarang ada penerbitan internal sebuah lembaga yang awalnya begitu menggebu-gebu hendak terbit tetap tiap bulan, pada akhirnya tidak terbit-terbit. Sebaliknya ada juga majalah internal yang awalnya dirancang terbit tidak tetap  akhirnya tetap terbit.

     Majalah Catu sejak awal memang dirancang terbit tetap, setidaknya dua kali setahun. Astungkara, ikhtiar itu tetap bisa dipertahankan, meskipun jadwal terbit terkadang tidak tetap pada bulan-bulan tertentu. Pada satu edisi, Catuterbit pada bulan Januari lalu disusul edisi kedua di bulan Agustus. Tahun berikutnya, Catu terbit di bulan Februari lalu disusul edisi berikutnya di bulan September. Yang penting Catutetap terbit dua kali setahun. Soal bulan terbit, bergeser-geser, disesuaikan dengan kebutuhan lembaga, rasanya masih wajar.

     Di edisi ini, Catukembali menyajikan isi dengan semangat informatif dan inspiratif. Laporan utama edisi ini tentang “Generasi Kreatif Pecatu” yang dilengkapi dengan artikel dan berita seputar dunia wirausaha. Laporan ini dimaksudkan mendorong anak-anak muda Pecatu menjadi generasi kreatif dengan memilih jalur wirausaha untuk bersaing dan bersanding merebut peluang, khususnya yang tersedia di Pecatu. Salah seorang anak muda Pecatu yang sedang menapaki sukses berwirausaha, I Kadek Wiranata pun kami sajikan kisahnya untuk menginspirasi rekan-rekannya yang lain mau berwirausaha.

     Akhirnya, teriring ucapan “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan” serta “Selamat Hari Raya Nyepi”, kami sampaikan selamat menikmati sajian kami edisi ini. Semoga bermanfaat
dan menginspirasi kita semua untuk kemajuan bersama di Desa Adat Pecatu.

Previous PostNext Post
WordPress Theme