Objek wisata kawasan luar Pura Luhur Uluwatu kini dalam proses pembenahan. Desa Adat Pecatu yang menjadi pelaksana pengelola objek wisata unggulan itu telah menetapkan manajemen baru. Manajemen baru tengah fokos menangani tiga aspek penting untuk meningkatkan kualitas objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu.
Tiga orang manajemen Badan Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu yang ditetapkan, yaitu I Wayan Wijana (manajer), I Wayan Mosin Arjana (asisten manajer bidang operasional dan personalia), serta Ni Gusti AA Ayodyawati (asisten manajer bidang administrasi dan keuangan). Pengangkatan ketiga manajemen ini ditetapkan dengan Keputusan Desa Adat Pecatu Nomor 03/Kep-KDA/VI/2014 tertanggal 2 Juni 2014.
Wijana menjelaskan ada tiga fokus perhatian manajemen baru di bawah kepemimpinannya, yaitu memperkuat sumber daya manusia, melengkapi dan membenahi infrastruktur pendukung serta memperkuat keamanan dan kenyamanan kawasan. “Di antara ketiga aspek itu, hingga akhir tahun 2014 ini, penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur kami letakkan sebagai prioritas dulu karena menjadi faktor penting dalam menjalankan berbagai program pembenahan dan pengelolaan kawasan,” kata Wijana.
Dalam aspek penguatan SDM, Wijana menjelaskan, pihaknya menata kembali sistem kehadiran staf, mengefektifkan kegiatan training, busana saat bertugas serta kesejahteraan mereka. Dalam aspek infrastruktur, manajemen memprogramkan pembebasan kawasan dari sampah plastik, perbaikan toilet serta penataan parker pengunjung. Dari aspek keamanan dan kenyamanan, manajemen akan menambah pawang monyet. Pasalnya, keluhan mengenai ulah monyet kerap muncul dari wisatawan yang berkunjung ke kawasan luar Pura Luhur Uluwatu.
“Selain pawangnya ditambah, manajemen juga berencana menyediakan kolam khusus bagi monyet-monyet itu. Kalau wisatawan ingin melihat monyet agar melihatnya di kolam itu,” kata Wijana.
Mengenai parkir dan pintu masuk, manajemen sudah memprogramkan untuk membuat sistem drop zone serta merancang satu pintu masuk bagi para pengunjung. Saat ini masih menggunakan dua pintu masuk.
“Ke depan, untuk akurasi data dan juga kemudahan akses, kita akan buat satu pintu masuk dengan pembedaan yang jelas antara akses orang masuk dan akses orang keluar,” kata Wijana.
Kawasan luar Pura Luhur Uluwatu hingga kini masih menjadi objek wisata favorit di Bali. Menurut catatan Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Bali, Pura Luhur Uluwatu menempati peringkat kedua objek wisata paling banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Bali sejak tiga tahun terakhir. Jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Uluwatu antara 800.000-1.000.000 wisatawan per tahun.
Badan Pengelola Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu juga mencatat kenaikan kunjungan wisatawan ke kawasan itu. Menurut Wijana, selama bulan Juni 2014, jumlah pengunjung rata-rata 3.500 orang/hari. Pada bulan Juli angka kunjungan mencapai 4.500 orang/hari.

Informasi SMS-LPD
Informasi LPD-CALL